Rutinitas Pagi yang Jadi Quality Time

Pagi itu Raka tiba-tiba merengek minta digendong padahal saya baru menuang susu buatnya. Jam baru setengah tujuh, sebntar lagi harus buru-buru berangkat kerja. Tanpa pikir panjang, gelas itu saya tinggalkan dan langsung menggendongnya sambil bersenandung. Lima menit aja ternyata cukup buat mengubah mood hari kami. Sejak jadi ibu bekerja tiga tahun lalu, saya belajar bahwa mengasuh anak nggak harus sempurna, yang penting kehadiran di sela kesibukan.
Sarapan Bareng Tanpa Distraksi
Ritual wajib di rumah kecil kami di Pulaubangkit: sarapan pagi tanpa gawai. Meja makan sederhana itu jadi saksi percakapan receh kami setiap pagi. "Kenapa ayam berkokok?" atau "Ayo ambil sendok buat Mama." Menu sarapannya kadang cuma nasi goreng seadanya, tapi yang penting kami duduk bareng.
Sebagai ibu bekerja yang sering WFH, godaan buat ngecek email sambil nyuapin anak emang besar banget. Tapi saya sadar anak bisa ngerasa ketika perhatian kita terbagi. Menurut penelitian IDAI, interaksi langsung saat makan penting buat perkembangan bahasa anak. Makanya saya usahain fokus, meski kadang mata masih berat karena begadang nyelesain kerjaan.
Yang paling bikin pusing itu kalau Raka ngambek nggak mau makan karena pengen main. Di saat kayak gini, saya biasanya ajak dia milih lauk sendiri atau kasih tantangan kecil kayak "Siapa yang bisa habisin nasinya duluan?" Nggak selalu berhasil sih, tapi yang penting nggak maksa. Kata bidan di puskesmas dekat rumah, anak butuh waktu buat transisi antar aktivitas.
Belajar Mandiri Sejak Dini
Setelah makan, saya biasain Raka ngerapihin piring plastiknya sendiri. Meski kadang airnya tumpah atau nasinya berceceran, dia selalu seneng bisa "ngebantu". Dari sini saya ngerti bahwa kemandirian bisa ditumbuhkan lewat hal-hal kecil sehari-hari.
Momen favorit saya malah datang pas malem hari saat bacain dongeng sebelum tidur. Raka selalu megang buku favoritnya yang udah lecek itu sambil nanya, "Mama sayang Raka?" Dan jawaban saya selalu sama: "Sayang bangeet nak." Simple banget, tapi itu yang bikin semua lelah seharian terbayar.
Parenting sehari-hari itu sebenarnya kumpulan momen kecil yang sering dianggap remeh. Tapi justru dari situlah ikatan keluarga terbentuk. Nggak perlu teori parenting ribet, yang penting hadir dengan sepenuh hati. Pola asuh anak itu bukan perlombaan, tapi perjalanan panjang yang dimulai dari pagi-pagi buta.