Apakah Angkringan Modern di Jogja Cocok untuk Keluarga yang Bawa Anak?

Pernah nggak sih, lagi liburan ke Jogja bawa si kecil, terus pengen banget ngerasain makan di angkringan yang hits? Tapi langsung mikir, "Ah, angkringan kan tempatnya nongkrong anak muda, panas, dan nggak ada kursi tinggi buat bayi. Masa iya bawa anak ke sana?" Pertanyaan ini wajar banget muncul. Dulu, angkringan identik dengan gerobak sederhana di pinggir jalan, tikar lesehan, dan menu yang didominasi sate usus serta nasi kucing. Suasananya juga cenderung ramai dan berasap.
Tapi sekarang, di Jogja, angkringan sudah berevolusi. Banyak yang mengusung konsep modern dengan tempat lebih luas, bersih, dan punya fasilitas yang lebih lengkap. Jawaban singkatnya: Ya, banyak angkringan modern di Jogja yang sangat cocok untuk keluarga yang membawa anak, asalkan Anda tahu kriteria tempat yang tepat. Bukan cuma soal menu, tapi juga soal suasana dan keamanan si kecil.
Kenapa Angkringan Modern Bisa Jadi Pilihan Tepat untuk Keluarga?
Alasan utamanya sederhana: angkringan modern di Jogja sudah beradaptasi dengan kebutuhan pengunjung yang lebih beragam, termasuk keluarga. Dulu, angkringan klasik mungkin hanya punya satu meja panjang dan beberapa kursi plastik. Sekarang, banyak yang menyediakan area lesehan yang luas dengan tikar bersih, bahkan ada yang punya ruangan ber-AC.
Fasilitas ini penting banget untuk anak-anak. Bayangkan Anda datang dengan balita yang baru belajar jalan. Di angkringan modern, Anda bisa memilih tempat duduk yang aman, misalnya di sudut ruangan yang tidak terlalu ramai lalu-lalang orang. Contoh konkretnya, saya pernah ke Angkringan Lik Man di daerah Kaliurang. Tempatnya cukup luas, ada area indoor dan outdoor. Yang bikin saya tenang, mereka menyediakan baby chair atau kursi tinggi untuk anak. Ini jarang ditemukan di angkringan tradisional.
Selain itu, soal kebersihan. Angkringan modern biasanya lebih memperhatikan higienitas. Mulai dari dapur yang terlihat rapi, penggunaan piring dan gelas yang dicuci bersih, hingga tersedianya wastafel atau tempat cuci tangan yang memadai. Untuk anak-anak, kebersihan ini krusial untuk mencegah mereka mudah sakit. Ujungnya, orang tua bisa lebih santai menikmati suasana. Jadi, bukan cuma soal tempat nongkrong anak muda, tapi sudah menjadi opsi kuliner keluarga yang layak. ## Bagaimana Cara Memilih Angkringan Modern yang Ramah Anak.
Memilih angkringan modern yang tepat untuk keluarga butuh sedikit riset. Jangan asal pilih yang lagi viral di TikTok. Ada beberapa kriteria yang bisa Anda perhatikan. Pertama, periksa luas tempat dan tata letaknya. Apakah ada ruang gerak yang cukup untuk anak? Hindari tempat yang terlalu sempit dan penuh sesak, karena anak bisa mudah tersenggol atau kepanasan.
Kedua, cek ketersediaan menu yang child-friendly. Meskipun angkringan terkenal dengan menu pedas, banyak angkringan modern yang kini menyediakan pilihan tidak pedas. Misalnya, nasi goreng biasa, mie rebus tanpa cabai, atau bahkan roti bakar. Saya ingat waktu itu di Angkringan Pak Edi dekat UGM, mereka punya menu khusus anak-anak seperti sosis bakar mini dan kentang goreng. Harganya juga terjangkau, sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per porsi. Ini memudahkan orang tua karena tidak perlu khawatir anak tidak punya pilihan makanan.
Ketiga, perhatikan jam operasional. Untuk keluarga, lebih baik datang di jam makan siang atau sore hari (sekitar pukul 16.00-18.00). Pada jam-jam itu, tempat biasanya belum terlalu ramai, sehingga pelayanan lebih cepat dan suasana lebih tenang. Hindari datang setelah pukul 21.00 karena biasanya mulai dipenuhi oleh mahasiswa dan suasana jadi lebih ramai. Dengan memilih waktu yang tepat, pengalaman makan keluarga jadi lebih menyenangkan. ## Apa Saja Risiko yang Perlu Dipertimbangkan.
Meskipun banyak yang sudah modern, tetap ada beberapa risiko yang perlu Anda waspadai saat membawa anak ke angkringan. Risiko paling umum adalah soal suhu dan asap. Meskipun sudah ada yang ber-AC, banyak angkringan modern yang tetap mempertahankan area outdoor atau semi-outdoor. Kalau si kecil sensitif terhadap panas atau asap dari proses memasak, ini bisa jadi masalah. Saya pernah membawa keponakan yang masih balita ke sebuah angkringan modern di kawasan Prawirotaman. Tempatnya bagus, ada live musik akustik. Tapi ternyata area duduk kami dekat dengan tempat pemanggangan sate. Asapnya cukup membuat mata si kecil perih dan batuk-batuk. Akhirnya kami harus pindah meja ke area yang lebih jauh. Jadi, penting untuk memilih tempat duduk yang jauh dari sumber asap atau panas. Jangan ragu untuk meminta meja di area indoor atau pojok yang lebih teduh.
Risiko lainnya adalah soal keamanan. Anak kecil cenderung aktif dan suka berlarian. Pastikan angkringan yang Anda pilih tidak memiliki area berbahaya seperti dapur terbuka tanpa pembatas, kabel listrik yang menjuntai, atau lantai yang licin. Beberapa angkringan modern juga memiliki kolam ikan hias. Ini bagus untuk hiburan, tapi pastikan ada pagar pengaman agar anak tidak jatuh ke kolam. Kira-kira, sebelum duduk, luangkan waktu sebntar untuk mengamati lingkungan sekitar. Ini langkah sederhana tapi sangat efektif.
Berapa Biaya yang Harus Disiapkan untuk Makan Keluarga?
Salah satu keunggulan utama angkringan adalah harganya yang murah meriah. Untuk keluarga yang terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak, Anda bisa makan kenyang dengan budget sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000. Ini sudah termasuk beberapa porsi nasi, lauk pauk, dan minuman.000 ke atas untuk porsi yang sama.
Mari kita hitung contoh kasus. Misalnya Anda memesan:
- 2 porsi nasi kucing (@ Rp3.000) = Rp6.000
- 1 porsi nasi goreng untuk anak (Rp10.000)
- 10 tusuk sate usus (@ Rp2.000) = Rp20.000
- 1 porsi tempe mendoan (Rp5.000)
- 2 gelas es teh (@ Rp4.000) = Rp8.000
- 1 gelas susu kotak untuk anak (Rp7.000)
Totalnya hanya Rp56.000. Dengan harga segitu, Anda sudah mendapatkan menu yang variatif dan cukup mengenyangkan. Harga ini berdasarkan survei saya pada tahun 2025 di beberapa angkringan modern di Jogja. Tentu, jika Anda memesan menu spesial seperti nila bakar atau ayam geprek, biayanya bisa naik menjadi sekitar Rp80.000 hingga Rp120.000. Tapi tetap, ini masih sangat terjangkau untuk sebuah pengalaman kuliner keluarga. Jadi, soal biaya, angkringan modern jelas juara.
Contoh Angkringan Modern yang Terbukti Ramah Anak
Biar nggak bingung, saya kasih dua contoh angkringan modern yang sudah saya coba sendiri dan memang cocok untuk keluarga. Pertama, Angkringan Tugu Jogja di kawasan Malioboro. Tempatnya strategis, bersih, dan punya area lesehan yang luas. Mereka juga menyediakan baby chair dan menu nasi tim untuk anak. Saya lihat banyak keluarga lokal dan turis asing yang makan di sana bersama anak-anak mereka. Suasananya santai, tidak terlalu bising, dan ada live musik akustik yang lembut.
Kedua, Angkringan Omah Sawah di daerah Sleman. Sesuai namanya, tempat ini berada di tengah sawah dengan pemandangan yang asri. Konsepnya semi-outdoor, jadi udara segar. Mereka punya area bermain kecil untuk anak-anak, seperti ayunan dan perosotan. Ini solusi cerdas karena anak bisa bermain sambil menunggu makanan datang. Menu mereka juga bervariasi, ada sate lilit, aneka gorengan, dan minuman tradisional seperti wedang uwuh. Harganya sedikit lebih tinggi, sekitar Rp15.000-25.000 per item, tapi sebanding dengan fasilitas dan suasananya. Anda bisa mencari informasi lebih lanjut tentang wisata kuliner Jogja di Wikipedia untuk referensi tambahan.
.

Jadi, membawa anak ke angkringan modern di Jogja bukan lagi hal yang mustahil. Dengan memilih tempat yang tepat, memperhatikan fasilitas dan menu, serta datang di waktu yang pas, Anda dan keluarga bisa menikmati kuliner khas Jogja dengan nyaman. Angkringan modern sudah membuktikan diri sebagai opsi kuliner keluarga yang terjangkau, variatif, dan menyenangkan. Ya begitu, tinggal pintar-pintar memilih saja Ringkasannya pernah saya buat di parenting pemula.
Bahan bacaan: sumber resmi.
Sumber lanjutan: sumber resmi
